Halaman

Selasa, 11 Januari 2011

Perkembangan Multimedia


Maraknya berbagai perkembangan multimedia Indonesia dewasa ini dipenuhi dengan berbagai macam kondisi yang positif dan negatif. Perkembangan ini ini sejalan dengan makin meningkatnya kecanggihan teknologi multimedia dan harga yang semakin murah.
Banyaknya beredar video-video mesum adalah sebagian dari ekses negatif multimedia. Akan tetapi tidak sedikit juga dampak positif dari perkembangan multimedia antara lain peralatan pembelajaran yang semakin canggih, karya-karya seni multimedia, presentasi multimedia dan lain sebagainya.
Perkembangan ini menjadikan saling tarik-ulur antara kutub dampak positif dan negatif. Multimedia menjadi suatu alat yang sifatnya netral, perkembangannya tidak dapat dijadikan kambing hitam dari dampak negatif yang terjadi dan perkembangannya pula tidak dapat dijadikan satu-satunya alasan terjadinya dampak positif karena dampak positif ini memerlukan usaha yang besar dari sumber daya manusia dan yang lainnya.
Kecenderungan tarik ulur ini di masa mendatang akan menemukan titik kestabilan apakah akan mengarah ke kutub dampak positif, atau mengarah ke kutub negatif atau bahkan berada stabil di tengah-tengah, artinya kedua dampak tetap kuat berkembang di tengah-tengah masyarakat kita.
Tentunya kita sebagai masyarakat yang beragama, bermoral dan bermartabat, tentunya akan memilih jalan yang terbaik, yakni kutub dampak positif. Dalam hal ini peran pemerintah sangatlah besar. Pemerintah perlu menciptakan regulasi yang tepat, tegas dan jelas yang mengatur permasalah multimedia ini agar perkembangan ke depannya bisa menempati kutub dampak positif dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan berbagai macam budaya luhur, kekayaan alam yang melimpah dan berbagai kelebihan lainnya, tentu saja ini adalah modal besar bangsa Indonesia untuk mengembangkan konten-konten multimedia yang berbasiskan ke-Indonesia-an. Hal ini perlu dilakukan agar Indonesia punya “warna” di peta dunia. Bangsa Indonesia memantabkan jati diri bangsa dengan budaya lokal melalui konten multimedia.

Banjir di Wasior 2010

BANJIR BANDANG WASIOR, 3 OKTOBER 2010



Penyebab
Banjir bandang di Wasior terjadi karena kerusakan hutan di Wasior, sehingga hujan tiada henti yang terjadi sejak sabtu, 2 Oktober 2010 hingga minggu, 3 Oktober 2010 menyebabkan Sungai Batang Salai yang berhulu di Pegunungan Wondiwoy meluap.

Dampak
Banjir yang terjadi menyebabkan banyak infrastruktur di Wasior hancur termasuk lapangan udara di Wasior, sementara kerusakan juga menimpa rumah warga, rumah sakit, dan jembatan. Kerusakan yang terjadi disebabkan banjir yang terjadi membawa serta batu-batuan besar, batang-batang pohon, lumpur. Bencana banjir bandang yang terjadi juga mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus dan aktifitas masyarakat lumpuh.
Banjir bandang juga menyebabkan 110 orang tewas dan 450 orang masih dinyatakan hilang. Sementara sebagian korban luka-luka dibawa ke Manokwari dan Nabire. Sementara sebagian korban luka lainnya dan warga yang selamat ditampung di tempat-tempat pengungsian. Akibat banjir yang terjadi yang merusak rumah warga dan infrastruktur banyak warga yang selamat memutuskan mengungsi ke Manokwari dengan menggunakan kapal laut.
Faktor – faktor yang menyebabkan Banjir di Wasior:
1.      Hujan yang tiada henti selama lebih dari 20 jam
2.      Illegal Logging
3.      Pemekaran wilayah
4.      Jebolnya sumbatan jalan air atau palung sungai di dalam sistem DAS Manggrai.

Solusi untuk mengatasinya:
1.      Reboisasi hutan
2.      Menindak tegas para pelaku perusakan hutan
3.      Menerapkan prinsip “tebang satu, tanam satu”, dimana bila ingin menebang sebuah pohon, maka harus diganti dengan yang baru (menanam bibit pohon yang baru).
4.      Jangan membuka lahan di hutan.